“Membujur Lalu Melintang Patah”

oleh
oleh

Rokan Hulu, 14 Februari 2026 – Masyarakat Melayu Rantau Kasai, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, dikejutkan oleh peristiwa yang dinilai meresahkan serta mencederai marwah tanah Melayu yang beradab.

Dilaporkan telah terjadi perusakan dan pembakaran pos di kebun milik masyarakat yang saat itu sedang beraktivitas. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok oknum yang terindikasi preman dan disebut-sebut berkaitan dengan pihak PT Agrinas Palma Nusantara Regional IV.

Atas kejadian ini, Panglima Tinggi Melayu Riau, Dt. Afrizal Anjo, menyampaikan kecaman keras. Ia juga mengeluarkan titah kepada Dt. Sarifudin Anju selaku Danpasus Penggawa Melayu Riau untuk menggerakkan 1.000 pasukan yang terdiri dari 17 organisasi kemelayuan di bawah naungan Penggawa Melayu Riau. Seluruh pergerakan berada dalam kendali penuh Dt. Sarifudin Anju yang juga menjabat sebagai Panglima Madya Tameng Adat Provinsi Riau.

Menurut Dt. Afrizal Anjo, dalam kurun waktu terakhir berbagai kejadian yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Melayu, khususnya di Provinsi Riau, dinilai berkaitan dengan kehadiran perusahaan tersebut. Ia menyoroti adanya dugaan upaya adu domba di tengah masyarakat adat yang sejatinya berperan sebagai mitra negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat tempatan serta memutus mata rantai kemiskinan, sebagaimana arahan Presiden melalui jajaran direksi perusahaan.

Namun, menurutnya, implementasi di tingkat daerah belum berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan:
“Bumi Melayu Bertuan,
Bumi Melayu Bermarwah,
Bumi Melayu Beradab.
Jangan ada pihak mana pun yang mencoba merusak tatanan kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dalam kedamaian.”

Pihak masyarakat berharap agar persoalan ini dapat segera ditangani secara adil dan transparan oleh aparat penegak hukum, sehingga situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.