MOMEN BERSEJARAH GSSB KE-271, SATUKAN TNI–POLRI DALAM SATU SAF SHOLAT SUBUH

oleh
oleh

Pekanbaru – Gerakan Subuh Berjamaah (GSSB) Riau kembali mencatatkan sejarah penting pada pelaksanaan GSSB ke-271, yang berlangsung Sabtu Subuh, 17 Januari 2026, bertempat di Masjid Paripurna Nurul Iman, Kampung Melayu, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru.

Kegiatan ini menjadi sangat istimewa dan penuh khidmat, karena dihadiri tiga jenderal bintang tiga yang merepresentasikan kuatnya sinergi TNI dan Polri dalam satu jamaah ibadah.

Ketiga jenderal tersebut yakni:
Brigjen TNI (Purn) H. Edi Natar Nasution, S.IP, Ketua Dewan Penasihat GSSB Riau, mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI H. Rudi Hermawan, MM, Kasdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen Pol. Hengki Hariadi, SIK, MH, Wakapolda Riau yang baru dilantik Kehadiran ketiganya menciptakan suasana penuh semangat, persatuan, dan ukhuwah, sekaligus menunjukkan bahwa GSSB Riau mampu menyatukan dua kekuatan besar penjaga keamanan dan pembinaan teritorial dalam satu saf shalat Subuh berjamaah.
Dihadiri Pejabat, Ulama, dan Tokoh Masyarakat Selain para jenderal, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya:

Kombes Pol. Muharman Artha, SIK, MH, Kapolresta Pekanbaru yang baru
Ketua ICMI Riau Dr. H. Burhanuddin Agung
Kepala Dinas Damkar Kota Pekanbaru Sarman Chandra, STP, MSi Anggota DPRD Kota Pekanbaru Aidil Nur Putra, SH Tokoh agama dan ulama Riau seperti Dr. H. Anasrul, MA, Ust. Afandi, MA, Ust. H. Rasyidi Hamzah, MA, Ust. Ayubi Nahar, MA, serta Buya H. Nasir As Pengurus dan jamaah GSSB Riau, Ibu-ibu Pejuang Subuh, serta anggota TNI dan Polri dengan seragam lengkap Pantun Pembuka Penuh Makna Acara dipandu oleh Ust. H. Rasyidi Hamzah, MA, yang membuka kegiatan dengan pantun penyambutan untuk Wakapolda Riau: Enak sungguh buah Maninjau, Dibawa orang dari Pangkalan Kerinci. Selamat bertugas Bapak Wakapolda Riau, Semoga membawa keamanan untuk negeri ini.

Pantun tersebut disambut hangat oleh seluruh jamaah. Apresiasi dan Pesan Persatuan Ketua GSSB Riau Buya KH. Zulhusni Domo dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kehadiran jajaran TNI dan Polri.

Menurutnya, momen ini menjadi bukti bahwa ibadah shalat berjamaah adalah perekat utama persatuan umat, aparat, dan pemerintah.

“Jika TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat bersatu dalam iman dan ibadah, maka tidak ada satu pun yang mampu merusak negeri ini,” ujarnya.
Ia juga menutup sambutan dengan pantun dakwah:

Jika ingin pergi ke Mekah,
Jangan lupa membawa kurma.
Jika ingin negeri ini terhindar dari musibah,
Mari jaga dan lakukan sholat berjamaah.
Donasi Peduli Banjir Pada kesempatan tersebut, GSSB Riau juga menggalang donasi kemanusiaan untuk korban banjir di Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Terkumpul dana sekitar Rp20 juta, yang akan disalurkan kepada 91 kepala keluarga, dengan keberangkatan relawan menggunakan bus bantuan Kodam XIX Tuanku Tambusai.

Tausiyah Para Jenderal
Dalam tausiyah singkatnya, Brigjen TNI (Purn) H. Edi Natar Nasution mengajak jamaah untuk terus mensyukuri nikmat hidup dan menjaga shalat berjamaah.
“Tidak semua orang diberi kesempatan hadir di rumah Allah. Banyak saudara kita yang sedang sakit bahkan menunggu ajal. Maka perbanyaklah syukur,” pesannya.

Sementara itu, Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Hariadi menyatakan dukungannya terhadap GSSB Riau sebagai gerakan dakwah yang sejalan dengan visi Polri dalam membina masyarakat menuju kebaikan dan ketertiban.

Ia juga berharap masyarakat Riau dapat menerima kehadirannya dan bersama-sama menjaga kamtibmas. Kasdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen TNI H. Rudi Hermawan turut mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memberikan masukan konstruktif demi terciptanya NKRI yang aman dan damai.

Penutup Kegiatan ditutup dengan doa dan muhasabah yang dipimpin Buya H. Nasir As, dilanjutkan shalat Isyraq, foto bersama, dan sarapan jamaah yang disediakan oleh pengurus Masjid Paripurna Nurul Iman.
GSSB ke-271 menjadi bukti nyata bahwa shalat Subuh berjamaah mampu menyatukan umat, aparat, dan pemimpin dalam harmoni keimanan dan kebangsaan.
(TIM GSSB)